Pelindung

BAPAK PELINDUNG SEKOLAH – SANTO FRANSISKUS ASISI

Santo Fransiskus AsisiSanto Fransiskus (Saint Francis) lahir di daerah Umbria, Italia Tengah, tepatnya di Kota Asisi sekitar tahun 1182. Ia lebih dikenal dengan nama Santo Fransiskus Asisi.

Ia berasal dari keluarga pedagang kaya, penjual kain sutera. Meskipun dibesarkan dalam Keluarga Fransis, ia lebih menyukai hidup sederhana. Pertobatan Fransiskus dimulai ketika ia berani mencintai orang kusta yang sebelumnya sangat menjijikkan baginya. Saat ia berdoa di depan salib di San Damiano hati Fransiskus tergugah untuk memperbaiki gereja yang nyaris roboh, yang artinya membuat pembaharuan hidup. Tentunya semua ini melalui suatu proses pertobatan dalam kehidupannya.

Cita-citanya menjadi tentara perang yang akan dikenal sebagai pahlawan dalam negaranya pupus setelah ia mengalami sakit dan harus kembali ke rumah dari medan perang. Ia tidak lagi bercita-cita untuk menjadi satria, tetapi ia mau menjadi tentara Allah dalam membangun gereja. Ia akhirnya memilih jalan hidupnya bukan sebagai tentara atau pedagang seperti ayahnya, tetapi melayani Tuhan dengan sesama. Ia membantu orang-orang miskin, orang-orang sakit, membangun gereja, dan akhirnya berhasil mendirikan Ordo (Persekutuan) Fransiskan.

Pada usia sekitar empat puluh tahun, kesehatannya mulai mundur. Ia menderita berbagai penyakit dan akhirnya meninggal pada tanggal 3 Oktober 1226.

Fransiskus telah tiada, tetapi kehadirannya tetap dirasakan oleh pengikut-pengikut ordonya dan semua orang yang mengenalnya. Kehadirannya berupa semangat dalam mengikuti jalan Yesus, semangat dalam menjalani hidup kemiskinan, kesederhanaan dan karya yang tulus dalam membantu orang lain.

Salah satu pengikutnya yang tersebar di seluruh dunia adalah kelompok Fransiskus Ordo Ketiga Regular yang hidup di biara, yaitu para Suster FSGM (Fransiskanes dari Santo Georgius Martir) yang berpusat di Jerman Bagian Utara, di sebuah desa yang bernama Thuine.

FSGM sendiri memulai karya di Indonesia pada tahun 1932, di Pringsewu Lampung.

DOA SANTO FRANSISKUS ASISI

doa_Santo Fransiskus AsisiTuhan, buatlah aku menjadi alat damai-Mu.

Biarlah dimana ada kebencian, ku bawa cinta kasih.

Biarlah dimana ada dendam kesumat, ku bawa maaf.

Biarlah dimana ada perselisihan, ku bawa persatuan.

Biarlah dimana ada kesesatan, ku bawa kebenaran.

Biarlah dimana ada kebimbangan, ku bawa kepercayaan.

Biarlah dimana ada keputus-asaan, ku bawa pengharapan.

Biarlah dimana ada kegelapan, ku bawa terang.

Biarlah dimana ada dukacita, ku bawa sukacita.

Tuhan buatlah aku berusaha lebih melipur dari pada dilipur.

Lebih mengerti dari dimengerti.

Lebih mencintai dari pada dicintai.

Sebab dengan memberi, kami mendapat;

Dengan melupakan diri sendiri, kami menemukan;

Dengan mengampuni, kami diampuni;

Dengan mati, kami bangkit kepada hidup yang kekal.

Amin.

IBU PELINDUNG FSGM – MUDER MARIA ANSELMA

Mother Maria AnselmaPauline Bopp adalah seorang anak yang dilahirkan di kota Steinbach, Jerman Selatan, pada tanggal 25 Agustus 1835. Ia lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bernama Leonard Bopp; seorang yang tulus hati dan tekun bekerja, ibunya bernama Elisabeth Gsell; seorang yang saleh, lemah lembut dan baik hati.

Pauline memiliki sifat-sifat dari kedua orangtuanya. Pauline sebagai anak pertama, memberikan contoh yang baik kepada adik-adiknya dengan membantu ayahnya yang memiliki sebuah perusahaan kecil pembuat topi-topi dari batang gandum. Selain itu, ia juga membantu ibunya untuk membereskan pekerjaan di rumah.

Pauline tumbuh sebagai anak yang baik, pandai, rajin, ramah, penuh perhatian dan disenangi teman-temannya. Tugas sekolah selalu dikerjakan dan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab, meskipun ia harus menempuh perjalanan yang sulit dan jauh dengan berjalan kaki ke sekolah. Setiap siang setelah pulang sekolah, Pauline mendapat tugas dari ibunya untuk mengantar makanan kepada seorang invalid. Dari situlah tumbuh semangat rela berkorban dan penuh perhatian terhadap penderitaan orang lain yang membutuhkan. Dalam perjumpaan dengan orang invalid itu, ternyata Tuhan telah menunjukkan jalan hidupnya sebagai biarawati.

Setelah menjadi seorang biarawati, namanya menjadi Sr. M. Anselma Bopp. Perubahan nama, tidak mengubah sifat-sifat baik yang dimilikinya, bahkan ia berkembang menjadi seorang pribadi yang sangat penuh perhatian. Ia tetap bekerja mengurus anak-anak terlantar dan bahagia menghayati panggilannya.

Sr. M. Anselma mendapat tugas pelayanan dan diutus ke Jerman Utara untuk menolong penduduk desa yang miskin dan menangung bermacam-macam penderitaan, terutama wabah tiphyus. Kehadiran Sr. M. Anselma di tengah-tengah mereka, memberikan penghiburan dan kekuatan karena ia melayani dengan penuh cinta dan perhatian. Tugas yang berat dan penuh tantangan itu tetap ia lakukan dengan penuh kerelaan.

Sr. M. Anselma dipercaya sebagai pimpinan para suster. Kebiasaan berbagi tetap ditumbuhkan dalam kehidupan komunitas.

Di saat rekreasi musim panas tiba, dari Postulan termuda sampai Muder Agung pun bercakap-cakap dengan santainya, bernyanyi, berbicara tentang hal-hal yang telah lampau dan yang baru, yang serius serta humor yang menghibur kepadanya. Setelah rekreasi, mereka berjalan menuju ke arah biara, Muder Agung juga mengamati dengan penuh perhatian terhadap suasana alam sekitar.

Sifat-sifatnya yang ramah, baik hati, lemah lembut, rajin dan rela berkurban yang dimiliki Mdr. M. Anselma telah membentuk kepribadiannya menjadi seorang yang penuh perhatian terhadap sesama. Dan semuanya itu telah membuat orang lain mencontoh semangat dan meneladani hidupnya.

%d bloggers like this: